Kamis, 07 Juni 2012

sekilas tentang FOTOGRAFI MAKRO

Fotografi Makro, atau bisa juga disebut “Close Up Photography” merupakan salah satu aliran dalam fotografi, tujuan nya untuk mendapat pembesaran dari objek medekati atau sama dengan life size (ukuran sesungguhnya 1:1) dari objek yang di foto.
Ada pendapat yang mengatakan bahwa bisa digolongkan sebagai Fotografi Makro  jika pembesaran minimum nya 1:10 dan pembesaran maksimum nya mecapai ribuan kali dari objek tergantung lensa yang digunakan.




 








Peralatan
Dalam Fotografi ada beberapa alat untuk melakukan pembesaran tapi yang paling mudah adalah dengan menggunakan Lensa Makro,  yang harganya termasuk mahal (setidaknya menurut ukuran kantong saya J )
Dari beberapa Merk terkenal, seperti Nikon misalnya dapat menggunakan Nikkor Micro Lens 60mm, 105mm atau 200mm sedangkan buat pengguna Canon bisa mengguna Canon Macro lens 50mm, 100mm atau 180mm.  Bisa juga menggunakan lensa-lensa third party seperti Sigma, Tamron atau lainnya, dimana pembesaran nya bisa mencapai life size dari objek atau 1:1. 1:1 arti nya jika objek yang difoto di print maka akan didapatkan besar objek yang dicetak sama besarnya dengan objek aslinya.

Selain lensa makro bisa juga digunakan Close Up lens, Extension Tube, Bellows, Micro Lens (seperti dari Raynox), Reversing Ring, Coupling Ring atau Macro Converter.

Lensa Macro
Lensa-lensa makro memang diperuntukkan untuk fotografer yang ingin melakukan pekerjaan close up. Nikon dan Canon memproduksi lensa-lensa jenis ini dan lensa-lensa ini memang di rancang untuk melakukan close up yang optimum dengan pembesaran 1:2 (separoh life size) atau 1:1 (sama dengan life size) dan foto-foto yang dihasilkan sangat tajam hanya saja harga lensanya mahal.

Filter Close Up
Filter jenis ini bisa melakukan pembesaran +1, +2, +3 dst. Dan dengan mengabungkan bersama-sama beberapa filter maka akan didapat tambahan pembesaran. Filter jenis ini diproduksi oleh Cokin atau merek-merek lainnya. Jika menggunakan lensa atau filter ini maka jarak maksimum antara lensa dengan objek bisa mencapai 20 cm.

Reversing Ring
Dengan membalik lensa normal menggunakan reverse ring. Reverse ring ini bisa didapat di toko-toko peralatan kamera.
Foto yang dihasil dengan menggunakan reverse ring akan sangat tajam ditengah-tengah objek dan soft pada pinggir-pingirnya.

Jarak dengan objek dengan menggunakan reverse ring bisa mencapai 10 cm

Extension Tube
Extension Tube digunakan dengan mengkombinasikannya denga lensa normal misalnya dengan lensa 50mm. Ada bebarapa variasi dari panjang Extension Tube ini, 12mm, 20mm, 25mm atau 36mm. Dengan menggunakan 25mm maka bisa didapat separoh life size 1:2 atau sama dengan life size 1:1. Dengan menggabungkan tiga tube misalnya maka akan didapat hasil yang lebih besar dari life size atau objek asli.

Jarak objek lensa bisa mencapai 5 cm.

Macro Converter
Sebenarnya macro converter ini sama dengan teleconverter dan mempunyai beberapa ukuran misalnya 1.5x atau 2x maksudnya bisa memperpanjang focal length sampai 1.5x atau 2x. Dengan menggunakan converter ini maka pembesaran bisa mencapai life size 1:1 dan biasanya digunakan bersama dengan telephoto lens.

Jarak dengan objek bervariasi.

Bellows
Sangat baik digunakan untuk melakukan pekerjaan Ultra Close Up, tapi karena bentuk nya yang besar berbentuk kotak dan terdiri dari bellows yang terbuat karet atau kain maka penggunaannya tidak mobile dibanding lensa makro. Pada bagian belakang nya tempat mencantelkan kamera sedang bagian depannya tempat lensa dipasang artinya extension tube ini berada antara kamera dengan lensa. Dengan memperpanjang bellows maka akan menaikkan pembesaran dan sebaliknya.

Jarak dengan objek bervariasi.

Coupling Ring
Peralatan ini menggunakan dua lensa sekaligus dengan memakai adaptor untk menggabungkannya. Lensa pertama sebagai lensa normal yang diasangkan di kamera sedangkan yang satu di balik dengan memakai adaptor ring. Untuk mendapatkan hasil yang sangat bagus maka lensa didepan kamera makai lensa pendek seperti lensa 50mm sedangkan didepan nya bisa memakai lensa yang lebih panjang misalnya 100mm dengan dibalik. Umumnya foto yang dihasil akan tajam ditengah objek sedang pada pinggir-pinggir akan nampak soft.

Jarak dengan objek bisa mencapai 4 cm.

Diedit dan diolah dari Tips & Trik Makro dari Ishaq Pagar Alam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar